nunu
PDFCetakSurel
Senin, 21 Oktober 2013 22:41
Ditulis oleh Nunu Karlina

Bolehkah Memukul dalam Mendidik Anak?

 

“Orangtua perlu belajar fiqih tentang tarbiyah (mendididik) yang sesuai sunnah. Contohnya, bolehkah memukul dalam rangka mendidik? Ternyata ada pembahasan fiqih memukul.” Jelas Ustadz Herfi G. Faizi, Lc dalam pertemuan ke-6 Sekolah Orangtua, dengan tema “Pembiasaan Baik Sesuai Sunnah”, di Depok, Sabtu (19/10/2013).

Alumnus LIPIA ini menerangkan bahwa dalam pendidikan Islam, hukuman fisik diperbolehkan. Dengan catatan, sesuai kaidah. Dalam memukul, tata caranya adalah: memukul tidak boleh membuka ketiak, pukulan tidak  melukai dan hanya kena kulit. Serta, pukulan tidak lebih dari 10 kali. Kalau anak sudah sebut nama Allah, maka wajib dihentikan.

“Tanamkan kewibawaan memukul dan bahwa hal ini penting. Yakinkan anak-anak, pukulan tidak akan terjadi jika tidak mendesak. Maka, jangan bermain-main dengannya.” tegasnya.

Kemudian, ayah dengan dua putri ini mengingatkan bahwa mengubah itu harus bertahap dan memungkinkan proses yang panjang. Ada tiga langkah yang harus ditempuh untuk mendidik generasi gemilang. Yaitu, membacakan ayat Allah, mentadzkiyah (mensucikan), mengajarkan al Kitab dan hikmah.

“Ajarkan al Kitab dan al hikmah. Maksudnya Qur’an dan hadist. Bukan sekadar mengenalkan amal baik, melainkan lebih dalam dari itu. Contoh, ini baik dan ini dalilnya, ini tata caranya, dan ini keutamaannya. Kenalkan apa itu sholat, infaq, jujur. Yang ini benar, dan yang ini buruk. Jelaskan pada anak-anak sedini mungkin.” Urainya.

Penulis buku Bagaimana Mendidik Umar bin Abdul Aziz ini menekankan keteladanan adalah metode terbaik dalam mendidik. Niat yang lurus akan berdampak pada kesholihan anak. Allah memberikan kesholihan, dan orangtua wajib untuk mendidik.

“Pahala besar untuk para ibu bukan ketika mengajar di PAUD/TK, tapi karena tiap huruf yang diajarkan pada anaknya. Luruskan niat ketika ibu di rumah. Jujurlah kamu pada Allah, maka Allah akan jujur padamu. Jujur dalam mendidik anak, jujur dalam berdoa untuk anak.” Tandasnya.

Pada pertemuan ini, peserta dibagikan rapor bayangan untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Dalam kesempatan ini diumumkan 10 orang peserta terbaik dalam berbagai kategori penugasan, di antaranya: Program Keluarga Terunik, Jurnal Pembelajaran Paling Mengispirasi, Analisa Jurnal Pembelajaran Terbaik, Jurnal Pembelajaran Paling Menyentuh, dll. (nu/PN)

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin