budi
Senin, 22 September 2014 15:06
Ditulis oleh Budi Ashari

Ternyata Nasyid Itu Telah Tergantikan

 

Sebenarnya, nasyid adalah merupakan salah satu konsep pendidikan Islam. Seperti yang dituliskan oleh DR. Khalid Ahmad Asy Syantut dalam Tarbiyatul Athfal fil Hadits Asy Syarif. Demikian juga dalam tulisan para ahli pendidikan Islam hari ini. Walaupun, kita harus terlebih dulu mendengarkan definisi nasyid yang mereka maksud. Karena hari ini nasyid telah bergeser turun ke dua tangga di bawahnya; bermusik (keluar dari wilayah khilafiyah dianjurkan dalam syariat) dan syair tanpa ruh (hal ini dipengaruhi di antaranya oleh niat yang telah bergeser kepada bisnis, yang sedari tadinya berniat da’wah). Nasyid yang dimaksud oleh para ahli itu adalah nasyid yang terbebas dari kedua hal ini.

Oleh karena itulah, saya pernah menyampaikan kepada teman-teman yang dulu menggeluti dunia nasyid agar membuat nasyid yang dimaksud, untuk menjadi bagian dari kurikulum pendidikan buat anak-anak di masa kanak-kanak awal. Tapi, teman-teman ini menolak. Kalimat penolakan paling lembut adalah: serahkan saja kepada yang lain, kami baru saja hijrah.

Selengkapnya...

admin
Rabu, 04 Juni 2014 08:06
Ditulis oleh Iwan Setiawan

Hak-hak Anak dalam Al Quran

(Bagian 1)

Islam sangat memperhatikan hak manusia, termasuk hak anak. Bahkan, anak memiliki hak-hak yang harus ditunaikan orang tuanya jauh sebelum mereka dilahirkan. Menurut Muhammad Salamah Al Ghunaimi, tiga hak anak dari orang tuanya adalah:

1. Haknya mendapatkan kedua orang tuanya yang sholih

Pertama, hak anak atas bapaknya adalah memilihkan baginya ibu yang sholihah. Begitu pula hak anak atas ibunya adalah memilihkan bapak yang sholih, yang bertakwa kepada Allah ketika mendidiknya.

Kedua orang tua akan memberikan  pengaruh yang besar kepada anak-anak mereka, baik itu pengaruh genetik maupun lingkungan. Beberapa ayat yang memerintahkan kepada kita untuk memilih pasangan suami atau istri dengan baik adalah sebagai berikut,

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Jum'at, 13 Desember 2013 09:27
Ditulis oleh Budi Ashari

Generasi Zabad, Peradaban Dzon


Suatu hari saya mendapatkan SMS dari Pak Muhaimin Iqbal pemilik geraidinar.com. Beliau bertanya apakah bisa dikatakan bahwa ilmu selain Al Quran adalah Dzon (prasangka).

Berikut saya berikan jawaban lebih jelas. Perlu diketahui di awal bahwa ilmu dibagi dua: Dzonny dan Qoth’iy (Yaqiny). Ilmu yang bersifat Dzon adalah ilmu yang tidak mencapai tingkat yakin tapi lebih tinggi dari sifat ragu. Al Jurjani mendefinisikan dengan: meyakini bahwa ini lebih tepat tapi masih mungkin ada yang membantahnya. Adapun Ar Roghib Al Ashbahani mendefinisikan: sesuatu yang berasal dari tanda-tanda, ketika menguat ia menjadi ilmu, ketika melemah sekali ia tidak lebih dari prasangka yang lemah.

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Selasa, 10 Desember 2013 19:17
Ditulis oleh Budi Ashari

Setiap Anak Kita Harus ‘Kembar’

 

Prof. DR. Akram Dhiya’ dalam bukunya As Siroh An Nabawiyyah Ash Shohihah menjelaskan seputar kelahiran Nabi Muhammad. Banyak kisah seputar kelahiran Nabi yang riwayatnya tidak bisa dipakai. Kisah-kisahnya antara dhoif, dhoif sekali, bahkan palsu. Untuk memuliakan Nabi tidak memerlukan semua riwayat lemah itu. Karena beliau tetap mulia tanpanya.

Perlu diketahui bahwa Prof. Akram adalah pakar sejarah Islam yang menggabungkan antara konsep ahli hadits dengan sejarawan. Menggabungkan antara konstruksi sejarah dengan keabsahan kisah.

Setelah menjelaskan itu, beliau berkata,

“Tetapi ada riwayat yang menguat dengan riwayat lain mencapai derajat hasan tentang kelahiran beliau. Di mana Aminah ketika melahirkan, ia melihat ada cahaya yang keluar dari dirinya hingga menerangi istana-istana Busro di Negeri Syam.” (h. 101)

Izinkan kami belajar dari kalimat ini. Bukankah ini bicara tentang kelahiran orang besar. Bahkan manusia terbesar sepanjang sejarang manusia. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Senin, 02 Desember 2013 09:34
Ditulis oleh Budi Ashari

Tidak Adakah Orang Berakal di Antara Kalian?

 

Pekan Kondom Nasional. Semoga kalimat ini tidak di dengar anak-anak saya. Bukan saja saya akan sibuk menjelaskan apa maksudnya. Tetapi kasihan mereka yang sudah sering lelah –di usianya yang masih kecil- melihat tingkah polah pemimpin negeri ini. Karena mereka kini telah mempunyai tolok ukur; Iman dan Al Quran yang merupakan cengkerama mereka setiap hari. Dan apakah terbayang, anak-anak kita yang setiap hari belajar seperti itu dan berjuang menjaga kehormatannya di usia remaja, kemudian mendengar program negara untuk mengakomodir orang-orang bejat. Kasihan mereka, punya pemimpin yang rajin melukai iman dan Al Quran mereka.

Penolakan Pekan Kondom Nasional sebenarnya terus mengalir dari berbagai pihak yang peduli. Dari bebagai lembaga dan organisasi Islam hingga para pemuda muslim yang baik. Tetapi negara tak bergeming.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin