admin
Surel
Selasa, 15 Agustus 2017 08:06
Ditulis oleh Administrator

Safar Itu Sepenggal Azab?

Oleh: Syahril Mustafa


Pernah mendengar atau membaca kalimat judul tersebut?

Ketika membaca kalimat di atas apa yang ada dalam benak kita?

Apakah kalimat itu benar? Berlebihankah kalimat itu?

Rasanya tidak dapat dipercaya bagaimana safar bisa disebut sepenggal azab. Bukankah hampir semua orang menyepakati bahwa travelling itu menyenangkan?

Bukankah kita mendapatkan banyak manfaat dengan safar? Bukankah safar dapat menghilangkan kejenuhan, mendapatkan inspirasi, banyak bertemu orang baru, silaturahim,banyak mengenal daerah yang kita kunjungi beserta kulinernya?

Dan yang tidak kalah esensial adalah bukankah safar merupakan perintah dari Allah bagi hamba-Nya untuk melakukan perjalanan di muka bumi? Melihat bagaimana nasib orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya.

Selengkapnya...

herfi
Sabtu, 06 Mei 2017 06:34
Ditulis oleh Herfi G. Faizi

Mengapa Bayang-bayangnya Bengkok?

Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali pernah mengatakan, “Dan kapankah bayang-bayang ranting bisa lurus jika rantingnya bengkok?”

Kalimat yang sederhana, tapi maknanya dalam. Mari kita resapi bersama. Bayang-bayang akan mengikuti bendanya. Keshalihan orang tua adalah bagian besar dalam proses pendidikan buah hatinya. Tidak semua orang tua yang menyadari ini. Mereka beranggapan dengan memasukkan anak pada sekolah yang baik, bahkan mengundang guru ngaji ke rumah sudah cukup untuk menjadikan anaknya shalih.

Ada yang lebih prinsip dari sekolah yang baik. Ada yang lebih mendasar dari sekadar menghadirkan guru ngaji ke rumah.

Mari kita buka lembaran wahyu. Betapa kita mungkin terkejut, karena ternyata faktor utama sulitnya buah hati menjadi shalih karena kuatnya pengaruh ketidakshalihan ayahnya.

Selengkapnya...

budi
Rabu, 16 Maret 2016 09:05
Ditulis oleh Budi Ashari

Sudahkah Anda Mengokohkan Akarnya?

(Serial Sapa Pagi)

Sahal bin Abdillah At Tusturi seorang ulama zuhud (W: 283 H) bertutur tentang pendidikan di usia kecilnya:
Saat saya berusia tiga tahun, saya qiyamullail. Aku melihat pamanku Muhammad bin Siwar sholat.
Suatu hari beliau berkata kepadaku: Tidakkah kamu berdzikir kepada Allah yg menciptakanmu?
Aku bertanya: Bagaimana caraku berdzikir kepada Nya?
Beliau berkata: Dengan hatimu saat kamu hendak istirahat sebanyak tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu; Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.

Selengkapnya...

budi
Kamis, 05 November 2015 07:34
Ditulis oleh Budi Ashari

Dialog Dahsyat di Qailulah

(Serial Sapa Pagi)

 

Siang itu, saat qailulah (tidur siang menjelang dzuhur), Umar bin Abdul Aziz hendak merebahkan punggungnya sejenak. Ia belum lama dibaiat sebagai khalifah. Putranya, Abdul Malik yang masih sangat belia dan dikenal sholih serta ahli ilmu masuk menemui ayahnya itu, protes.

Abdul Malik berkata, “Wahai Amirul Mukminin, apa jawabanmu kelak di hadapan Rabb mu jika Dia bertanya kepadamu: kamu melihat bid’ah dan tidak kamu matikan atau sunnah dan tidak kamu hidupkan?

Umar Bin Abdul Aziz menjawab tenang,“Semoga Allah merahmatimu dan membalas kebaikanmu sebagai anak yang baik. Anakku, sesungguhnya masyarakatmu dulu telah melakukan semua itu seikat demi seikat hingga kuat sekali,maka kapanpun kamu hendak mencabutnya dari mereka, aku khawatir mereka akan membuat gaduh dan pertikaian hingga akan banyak pertumpahan darah.

Abdul Malik bertanya lagi, “Wahai ayah, apa yang menghalangimu untuk segera menegakkan keadilan seperti yang kau inginkan?”

Selengkapnya...

budi
Rabu, 01 Oktober 2014 09:20
Ditulis oleh Budi Ashari

Agar Nasehat Untuk Anak Bekerja Dahsyat (2)

(Belajar dari Luqman)

 

Kembali tentang nasehat Luqman. Belajar darinya. Kita sering kali langsung masuk ke dalam isi nasehat yang berharga itu. Tetapi sesungguhnya ayat memulai dengan kunci penting tentang pendidikan anak. Sebelum bicara tentang isi nasehat. Dari sekian banyak interaksi orang tua dengan anaknya bisa berupa bicara, memandang, senyum, menyentuh, mengusap, dan sebagainya. Nasehat Luqman menunjukkan mana yang paling istimewa. Dari sekian interaksi antara orang tua dan anaknya, yang paling istimewa untuk pendidikan anak adalah maudizhah(يعظه)/nasehat dengan lisan.

Maka bicaralah kepada anak dengan cara menasehati. Nasehat bukanlah sekadar kata perintah dan larangan. Ia bisa berisi perintah dan larangan seperti nasehat Luqman sendiri. Tetapi perintah dan larangan yang kaya dengan rasa dan ruh.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin