admin
Selasa, 17 Oktober 2017 10:18
Ditulis oleh Administrator

Hijrah Dan Peran Keluarga Abu Bakar

Oleh: Syahril Mustafa

 

Pada masa kekhalifahannya, Umar bin Khaththab radhiallahu anhu mengumpulkan para sahabat untuk memutuskan perkara yang penting bagi kehidupan muslimin. Yaitu kalender yang akan menjadi acuan bagi muslimin. Amirul mukminin mendengarkan usulan para sahabat satu persatu. Ada yang mengusulkan penanggalan dimulai dari tahun lahirnya Nabi shalallahu 'alaihi wa salam. Ada juga yang mengusulkan tahun saat turunnya wahyu pertama. Bahkan ada juga sahabat yang mengusulkan tahun kematian Nabi.

Sampai akhirnya sahabat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah mengusulkan tahun ketika Nabi  hijrah ke Madinah Al Munawarah. Sahabat pun sepakat. Akhirnya Umar pun memutuskan tahun tersebut sebagai penentuan awal tahun dalam penanggalan muslimin.

Mengapa hijrahnya Nabi ditetapkan sebagai penentuan awal tahun? Bukankah banyak peristiwa penting dalam kehidupan Nabi yang juga layak untuk dijadikan sebagai penentu awal tahun bagi muslimin? Cukuplah jawaban Umar menjadi alasannya,

Selengkapnya...

admin
Cetak
Kamis, 31 Agustus 2017 18:15
Ditulis oleh Administrator

Ayah Kami Ibrahim

(Bagian 1)

Oleh: Syahril Mustafa


Bicara tentang Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam tentu semua muslimin sepakat bahwa beliau merupakan salah satu Nabi yang banyak dikisahkan dalam Al Quran. Nabi yang namanya banyak diulang dalam Al Quran. Menempati posisi kedua setelah Nabi Musa Alaihissalam.

Kisahnya sangat masyhur di telinga muslimin, apalagi ketika muslimin memasuki satu dari empat bulan yang Allah muliakan, yakni Dzulhijjah. Bulan saat muslimin melaksanakan ibadah Haji dan Qurban. Kedua ibadah tersebut adalah ‘warisan’ dari Nabiyullah Ibrahim yang syariatnya terus berlanjut untuk umat Nabi Muhammad ﷺ.

Dari semua ayat yang berbicara tentang Beliau, satu hal menarik ketika Allah menyebutnya sebagai: ayah kalian.

Selengkapnya...

admin
Surel
Selasa, 15 Agustus 2017 08:06
Ditulis oleh Administrator

Safar Itu Sepenggal Azab?

Oleh: Syahril Mustafa


Pernah mendengar atau membaca kalimat judul tersebut?

Ketika membaca kalimat di atas apa yang ada dalam benak kita?

Apakah kalimat itu benar? Berlebihankah kalimat itu?

Rasanya tidak dapat dipercaya bagaimana safar bisa disebut sepenggal azab. Bukankah hampir semua orang menyepakati bahwa travelling itu menyenangkan?

Bukankah kita mendapatkan banyak manfaat dengan safar? Bukankah safar dapat menghilangkan kejenuhan, mendapatkan inspirasi, banyak bertemu orang baru, silaturahim,banyak mengenal daerah yang kita kunjungi beserta kulinernya?

Dan yang tidak kalah esensial adalah bukankah safar merupakan perintah dari Allah bagi hamba-Nya untuk melakukan perjalanan di muka bumi? Melihat bagaimana nasib orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya.

Selengkapnya...

herfi
Sabtu, 06 Mei 2017 06:34
Ditulis oleh Herfi G. Faizi

Mengapa Bayang-bayangnya Bengkok?

Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali pernah mengatakan, “Dan kapankah bayang-bayang ranting bisa lurus jika rantingnya bengkok?”

Kalimat yang sederhana, tapi maknanya dalam. Mari kita resapi bersama. Bayang-bayang akan mengikuti bendanya. Keshalihan orang tua adalah bagian besar dalam proses pendidikan buah hatinya. Tidak semua orang tua yang menyadari ini. Mereka beranggapan dengan memasukkan anak pada sekolah yang baik, bahkan mengundang guru ngaji ke rumah sudah cukup untuk menjadikan anaknya shalih.

Ada yang lebih prinsip dari sekolah yang baik. Ada yang lebih mendasar dari sekadar menghadirkan guru ngaji ke rumah.

Mari kita buka lembaran wahyu. Betapa kita mungkin terkejut, karena ternyata faktor utama sulitnya buah hati menjadi shalih karena kuatnya pengaruh ketidakshalihan ayahnya.

Selengkapnya...

budi
Rabu, 16 Maret 2016 09:05
Ditulis oleh Budi Ashari

Sudahkah Anda Mengokohkan Akarnya?

(Serial Sapa Pagi)

Sahal bin Abdillah At Tusturi seorang ulama zuhud (W: 283 H) bertutur tentang pendidikan di usia kecilnya:
Saat saya berusia tiga tahun, saya qiyamullail. Aku melihat pamanku Muhammad bin Siwar sholat.
Suatu hari beliau berkata kepadaku: Tidakkah kamu berdzikir kepada Allah yg menciptakanmu?
Aku bertanya: Bagaimana caraku berdzikir kepada Nya?
Beliau berkata: Dengan hatimu saat kamu hendak istirahat sebanyak tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu; Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin