admin
Cetak
Kamis, 31 Agustus 2017 18:15
Ditulis oleh Administrator

Ayah Kami Ibrahim

(Bagian 1)

Oleh: Syahril Mustafa


Bicara tentang Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam tentu semua muslimin sepakat bahwa beliau merupakan salah satu Nabi yang banyak dikisahkan dalam Al Quran. Nabi yang namanya banyak diulang dalam Al Quran. Menempati posisi kedua setelah Nabi Musa Alaihissalam.

Kisahnya sangat masyhur di telinga muslimin, apalagi ketika muslimin memasuki satu dari empat bulan yang Allah muliakan, yakni Dzulhijjah. Bulan saat muslimin melaksanakan ibadah Haji dan Qurban. Kedua ibadah tersebut adalah ‘warisan’ dari Nabiyullah Ibrahim yang syariatnya terus berlanjut untuk umat Nabi Muhammad ﷺ.

Dari semua ayat yang berbicara tentang Beliau, satu hal menarik ketika Allah menyebutnya sebagai: ayah kalian.

 

 

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ ﴿٧٨﴾

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama ayah kalian Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. (Al Hajj:78)

Pada ayat tersebut Allah memilih menggunakan kata ayah daripada Nabi untuknya. Lihatlah pula bagaimana Nabi Muhammad pun memanggilnya dengan sebutan ayah;

 

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

Nabi Muhammad juga menyebut Nabi Ibrahim dengan sebutan ayah padahal kita tahu bahwa Nabi Ibrahim bukan ayah kandung Nabi Muhammad. Meski memang nasab Nabi Muhammad sampai kepada Nabi Ismail yang merupakan anak kandung Ibrahim. Namun, jaraknya sudah sekian ratus abad.

Ternyata, bukan hanya sekedar panggilan, Nabi Muhammad pun belajar tentang keayahan dari Nabiyullah Ibrahim;

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain, (beliau membaca)

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” (HR. Bukhari 3371 & Abu Daud 4737).

Dalam hadis Ibnu Abbas di atas, setelah Rasulullah mengajarkan doa tersebut, beliau bersabda,

كان أبوكم يعوذ بهما إسماعيل وإسحاق

Ayah kalian (Ibrahim) memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan kalimat doa tersebut.” (HR. Abu Daud 4737).

Jelas sudah dari ayat dan hadist tersebut bahwa Allah dan Rasul-Nya menginginkan para ayah belajar tema keayahan dari Nabiyullah Ibrahim. Bukan sekadar menjadi ayah yang biologis, tapi juga ayah ideologis. Ayah yang berupaya sekuat tenaga mendidik generasinya dengan baik. Agar penerusnya kelak menjadi pemipin Ayah yang siap siaga memberikan keteladanan dan perlindungan sesuai tuntunan wahyu.

Mari kita buka kembali lembaran suci kitabullah. Kita pelajari lagi ayat demi ayat yang berbicara tentang Nabiyullah Ibrahim yang berkaitan dengan tema ayah. Allah yang telah memilih dan menjadikan Nabiyullah Ibrahim sebagai uswatun hasanah, lalu apakah kita masih mencari panduan selain sosok-sosok mulia yang telah dipilih-Nya?

Editor: Nunu Karlina


  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin