budi
Sabtu, 31 Oktober 2015 07:46
Ditulis oleh Budi Ashari

Al Baqillani vs Paus

(Serial Sapa Pagi)


Al Baqillani –rahimahullah- salah seorang ulama Malikiyyah yang sangat cerdas. Berasal dari Irak. Ahli dalam berbagai ilmu dan dengan kemampuan dialog seorang filsuf.

Suatu hari khalifah muslimin mendapatkan surat dari raja Romawi. Raja Romawi meminta agar dikirimkan orang paling berilmu di kalangan muslimin. Khalifah segera bertanya di majlis kekhilafahan, tentang siapa orang yang layak untuk berdialog dan menjawab semua pertanyaan orang sekelas raja Romawi.

Salah seorang di majlis itu mengusulkan nama seorang anak muda yang bernama Abu Thayyib Al Baqillani. Khalifah pun mengutusnya.

Begitu Al Baqillani sampai di Romawi dia menghadap ke istana raja. Sang raja merencanakan sejak awal pertemuannya untuk menjatuhkan utusan muslimin ini. Maka sang raja duduk di singgasananya. Persis di hadapan singgasana raja ada pintu besar yang akan digunakan untuk Al Baqillani. Dalam pintu besar itu ada pintu kecilnya. Pintu besarnya ditutup dan yang dibuka adalah pintu kecilnya. Sehingga yang akan memasukinya pasti akan menundukkan kepalanya. Dan di hadapannya langsung raja nasrani.

Selengkapnya...

budi
Rabu, 28 Oktober 2015 05:40
Ditulis oleh Budi Ashari

Suatu Hari Kau Makan Faludzaj Dengan Piring Fairuzaj

(Serial Sapa Pagi)

Ya’qub bin Ibrahim (w: 182 H) atau yang lebih dikenal dengan Abu Yusuf adalah murid terdekat dan terbaik Imam Abu Hanifah –rahimahumallah-, yang dikenal sebagai Pemimpin para Qodhi (hakim).

Orang besar ini tidak datang tiba-tiba. Penuh perjuangan. Menarik, menyimak perjalanan masa lalunya yang unik.

Abu Yusuf berasal dari keluarga miskin. Suatu hari ia terlihat duduk di majlis Imam Abu Hanifah. Ayahnya Abu Yusuf berkata kepadanya, “Kamu jangan duduk di majlis Abu Hanifah, adapun dia rotinya dipanggang (maksudnya: orang kaya), sementara kamu perlu mencari kehidupan.”

Sejak itu Abu Yusuf menghilang dari majlis ilmu Abu Hanifah. Sang Imam mencari-cari. Setelah sekian lama, Abu Yusuf datang lagi.

Selengkapnya...

budi
Jum'at, 23 Oktober 2015 07:49
Ditulis oleh Budi Ashari

Menunda Bicara Setahun Lamanya

(Serial Sapa Pagi)

 

Al Hasan Al Bashri rahimahullah, imam besar Tabi'in didatangi oleh seorang budak. Hari itu sudah memasuki bulan berkah Ramadhan. Budak itu  meminta kepada Al Hasan di masjid untuk ceramah tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan Ramadhan.
Al Hasan diam...

Hari kedua, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan pun masih diam...

Hari ketiga, budak itu datang lagi dan meminta hal yg sama kepada Al Hasan.
Al Hasan tetap diam...

Dan Ramadhan pun berlalu, tidak sekali pun Al Hasan bicara tentang keutamaan membebaskan budak di Bulan berkah itu.

Selengkapnya...

budi
Jum'at, 24 Oktober 2014 09:49
Ditulis oleh Budi Ashari

Kisah Setangkai Anggur untuk Pendidikan

 

Adz Dzahabi dalam Tarikhul Islam ketika menyebutkan biografi Al Hakam bin Al Walid Al Wuhadzi Al Himshi salah seorang Shighor At Tabi’in, menyebutkan riwayat kisah ini dengan teks,

عن أبي بُسْرٍ قَالَ: بَعَثَتْنِي أُمِّي بِقِطْفِ عِنَبٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْتُهُ، فَكَانَ بعد إذا رآني قال: «غدر، غدر»

Dari Abu Busr berkata: Aku diutus ibuku untuk memberikan setangkai anggur kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, tapi aku memakannya. Maka, jika Nabi melihatku beliau berkata: Pelanggar amanah, pelanggar amanah.

Selengkapnya...

nunu
Jum'at, 29 Agustus 2014 10:33
Ditulis oleh Nunu Karlina

Pijar Cita-cita

Tulisan ini terinspirasi saat guru kami, Ustadz Budi Ashari, Lc  bertutur menyampaikan fungsi sejarah. Salah satunya adalah fungsi motivasi. Beliau mengajarkan bagaimana belajar sejarah yang menyenangkan. Belajar cara mendalami sejarah agar lebih bersemangat. Belajar mengambil ibrah dari kisah-kisah bernilai tinggi. Mari bersama kita selami betapa dahsyatnya sejarah masuk ke relung jiwa kita.

Kisah ini dimulai seperti yang tertulis di dalam Kitab Syiar A’lam An-Nubala’. Imam Adz Dzahabi sang penulisnya menceritakan kisah pertemuan empat pemuda istimewa. Pemuda pertama adalah Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khottob. Ketiga pemuda lainnya adalah putra Zubair bin Awwam yang dilahirkan dari rahim Asma’ binti Abu Bakar-shahabiyah yang disebut Nabi sebagai Dzatun Niqatain-. Mereka adalah  Abdullah bin Zubair, ‘Urwah bin Zubair, dan Mush’ab bin Zubair.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin