budi
PDFCetakSurel
Jum'at, 20 Desember 2013 12:01
Ditulis oleh Budi Ashari

Dicari! Wanita Quraisy

Ini salah satu petunjuk Nabi yang sangat detail tentang mencari istri dan bisa juga untuk bahan koreksi bagi setiap muslimah yang telah menjadi istri. Sekaligus bukti bahwa tidak ada petunjuk yang sedetail, seindah, dan sedalam bimbingan wahyu kecuali jika kita mau mendengar Rasulullah. Beliau memberi pelajaran sekaligus rekomendasi yang pasti tidak diragukan kualitasnya.

خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ، صَالِحُ نِسَاءِ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ، وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ

“Sebaik-baik wanita yang mengendari unta adalah wanita sholeh dari Suku Quraisy; paling lembut kepada anak di usia kecil dan paling menjaga pada harta suami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan wanita yang mengendarai unta adalah wanita Arab. Al Qostholani dalam Irsyadus Sary menjelaskan, “Dikhususkan Arab di antara manusia lain dan dikhususkan Quraisy di antara Arab sebuah petunjuk bahwa Arab paling mulia di antara manusia dan yang paling mulianya adalah Quraisy.”

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Rabu, 04 Desember 2013 12:44
Ditulis oleh Budi Ashari

Gema Bisikan Istri

Siapa yang tidak kenal Harun Ar Rasyid. Judul buku yang ditulis oleh DR. Syauqi Abu Khalil (أمير الخلفاء وأجل ملوك الدنيا / Amirnya para Khalifah dan raja paling hebat di dunia), cukup untuk menggambarkan betapa dahsyatnya tokoh yang satu ini. Sehingga tidak aneh ketika wajahnya dikeruhkan oleh orang-orang yang tidak suka melihat Islam besar. Karena Islam sangat terasa kebesarannya di masa Harun Ar Rasyid. Sehingga muncullah di benak kita selalu tokoh Abu Nawas yang konyol itu dan kisah pesta pora di negeri seribu satu malam. Kesemuanya bersumber dari kedengkian terhadap kebesaran Islam dan tokohnya.

Maka bacalah dari sumber yang jelas dan shahih, kemudian rasakan kebenaran judul buku DR. Syauqi.

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Selasa, 08 Oktober 2013 11:27
Ditulis oleh Budi Ashari

Makanan di Hati Seorang Istri

عن عائشة قالت دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما فقال هل عندكم شيء فقلت لا قال فإني صائم ثم مر بي بعد ذلك اليوم وقد أهدي إلي حيس فخبأت له منه وكان يحب الحيس قالت يا رسول الله إنه أهدي لنا حيس فخبأت لك منه قال أدنيه أما إني قد أصبحت وأنا صائم فأكل منه ثم قال إنما مثل صوم المتطوع مثل الرجل يخرج من ماله الصدقة فإن شاء أمضاها وإن شاء حبسها. (رواه مسلم والترمذي والنسائي وابن ماجه)

Dari Aisyah berkata:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menemuiku pada suatu hari. Beliau berkata: Apakah kamu punya sesuatu?

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Kamis, 05 September 2013 07:48
Ditulis oleh Budi Ashari

Mengeluh


Dalam Bahasa Arab, kata keluhan dan aduan diungkap dengan Syakwa (شكوى ). Asal kata ini adalah FathAsy Syakwah yang berarti membuka bejana kecil. Yaitu, jika bejana kecil itu dibuka mulutnya maka akan terlihatlah air yang ada di dalamnya. Dan itulah keluhan. Ia tersimpan dalam hati, tetapi jika telah diungkap dalam kata-kata maka terbukalah semua yang tersimpan.

Kata Syakwa dalam Al Quran tidak banyak disebutkan. Hanya 2 kali saja. Sekali lagi, hanya 2 kali saja! Dan kedua-duanya diungkap dalam bentuk Fi’il Mudhori’ (Kata kerja bentuk sekarang dan yang akan datang). (Lihat Lathoif Quraniyyah, Sholah Abdul Fattah Al Kholidi)

Selengkapnya...

budi
Selasa, 07 Mei 2013 10:35
Ditulis oleh Budi Ashari

Belajar dari Wanita Quraisy

Indahnya belajar parenting dari Rasulullah. Beliau memberikan kepada kita panduan hingga potret di lapangan. Kali ini beliau ingin agar kita belajar dari para wanita Quraisy. Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa ketika Nabi menyebut kelebihan Quraisy di atas suku lain bukan merupakan tindakan rasis atau fanatisme kesukuan. Tetapi ini bicara tentang fakta kehebatan dan kelebihan sebuah suku. Karena Allah menciptakan kita bersuku-suku dan setiap suku mempunyai kelebihan. Itulah mengapa Nabi terakhir berasal dari suku terbaik; Quraisy.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin