budi
Sabtu, 09 Juni 2012 14:32
Ditulis oleh Budi Ashari

Menjadi Kakek Seperti Rasulullah

Kakek Harus Berani Melarang Cucu!

Bukhari dan Muslim menyebutkan sebuah kisah dalam shahih keduanya. Kisah yang sangat berharga bagi setiap kakek. Kakek yang ingin cucunya kelak menjadi orang yang baik dan sukses.

وعن أبي هريرة قال : أخذ الحسن بن علي تمرة من تمر الصدقة فجعلها في فيه فقال النبي صلى الله عليه وسلم : " كخ كخ " ليطرحها ثم قال : " أما شعرت أنا لا نأكل الصدقة ؟ "

Dari Abu Hurairah berkata: Hasan bin Ali mengambil sebutir kurma dari kurma shadaqah. Kurma itu dimasukkan ke dalam mulutnya. Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata: hekh..hekh...(perintah agar Hasan membuangnya dari mulutnya), Tidakkah kamu tahu kalau kita tidak boleh memakan harta shadaqah?

Dalam riwayat Ahmad (Musnad no. 18278) disebutkan:

فَأَخَذَ تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ قَالَ فَأَدْخَلَهَا فِي فِيهِ قَالَ فَانْتَزَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ مِنْ فِيهِ

“Hasan mengambil kurma shadaqah dan dimasukkan ke mulutnya. Maka Rasulullah mengeluarkannya dari mulutnya.”

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin