budi
Selasa, 11 Juli 2017 20:27
Ditulis oleh Budi Ashari

Cinta Tak Mesti Bersama

Yuk belajar lagi tentang cinta. Bukan cinta hina. Tapi cinta mulia. Cinta yang diajarkan orang-orang mulia. Kali ini kita akan belajar dari dua orang yang saling mencintai. Cinta yang bersemayam di hati. Sekian lama, ya sangat lama. Tapi cinta bertahan dan tak kunjung pergi. Taqdir memisahkan mereka. Tapi taqdir pula yang mempertemukan mereka kembali.

Cinta mereka sangat tulus dan suci. Begitu tulusnya hingga tak ada yang mampu memalingkannya. Begitu sucinya hingga tak ada syahwat yang mendesaknya. Mungkin kita akan berderai air mata. Bagaimana ada wanita semulia itu dan sesuci itu. Dan setahan itu. Dan bagaimana laki-laki mulia itu tegar mengajari cinta agar terus mewiridkan nama Rabbnya.

Ini asli sebuah kisah cinta. Cinta yang tak lekang oleh zaman. Perpisahan waktu, tempat, dan jarak bukanlah alasan. Justru waktu yang memisahkan, bak menghitung hari menunggu panen tanaman cinta yang semakin hari semakin ranum.

Namanya Fakhitah. Putri Abu Thalib, paman Nabi. Saudari Ali dan Ja’far. Atau lebih dikenal dengan Ummu Hani’.

Fakhitah ini pernah dilamar oleh seorang laki-laki mulia yang sangat mencintai Fakhitah. Tetapi Abu Thalib lebih memilih laki-laki lain yang bernama Hubairoh.

Laki-laki mulia yang ditolak lamarannya itu pun datang menemui Abu Thalib dan mengungkapkan perih isi hatinya, “Wahai paman, engkau nikahkan ia dengan Hubairoh dan kau tolak aku?”

Selengkapnya...

budi
Kamis, 26 Februari 2015 20:26
Ditulis oleh Budi Ashari

Cinta Atikah

 

Para sahabat Nabi menyepakati bahwa peristiwa terbesar yang layak mendapat apresiasi tahun Islam adalah Hijrah. Al Quran memuji langsung ibadah Hijrah tersebut. Berpahala agung dan berdampak istimewa. Jika hijrah para sahabat ke Madinah istimewa, maka yang paling istimewa adalah hijrah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hijrah menantang bahaya. Hijrah beliau dihargai dengan 100 ekor unta bagi yang berhasil menangkap atau membunuhnya. Iblis pun tahu jika Muhammad berhasil keluar dari Mekkah, maka dia akan membahayakan di kemudian hari dengan membawa kekuatan baru untuk menaklukkan Mekah. Dan hal itu benar terjadi. Mekkah takluk anya berselang 8 tahun saja.

Peristiwa seagung itu, melibatkan orang-orang agung yang mengantongi pahala agung. Ya, keluarga Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu anhu. Diantaranya adalah Abdullah bin Abi Bakar. Putra Abu Bakar.

Selengkapnya...

budi
Surel
Senin, 21 April 2014 14:31
Ditulis oleh Budi Ashari

Fa’ dalam Ayat Qowamah

Sebelum menguraikan maksud judul di atas, ijinkan saya mengatakan bahwa beginilah jadinya kalau Al Quran yang mu’jizat itu dipahami dengan bahasa aslinya, bukan dengan bahasa terjemahan. Bahasa terjemahan tentu bermanfaat sekali. Tetapi ini masalah mana yang lebih utama dan lebih banyak ilmunya. Sesungguhnya mempelajari berbagai bahasa bukan hal yang rumit buat kita. Kalau kita bersemangat mempelajari bahasa dunia kita, tidakkah kita lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa agama kita. Sebuah renungan...

Inilah ayat Qowamah yang dimaksud,

 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Qs. An Nisa’: 34)

Selengkapnya...

budi
Kamis, 25 April 2013 10:28
Ditulis oleh Budi Ashari

Terkadang, Keras Itu Bukti Sayang

Setiap kita bicara tentang cinta dan kasih sayang, yang terbayang adalah kelembutan, senyuman, kenyamanan, kedamaian dan kata yang manis menghias bibir.

Itu memang tidak salah. Begitulah karakter cinta dan kasih sayang.

Tapi, terkadang bersikap keras, bermuka tegas, bertutur ‘menyakitkan’ adalah bukti sayang.

Selengkapnya...

budi
Senin, 08 April 2013 15:35
Ditulis oleh Budi Ashari

Tak Usah Sedih, Cintaku…

 

Karena cinta, terkadang harus bersedih. Cinta pasti membuatnya mampu bertahan. Tetapi kita tetap manusia. Ada batas. Air mata pun tertumpahkan untuk menyejukkan hati. Dan untuk bertahan dalam cinta.

Inilah kisah dan tumpahan hati ibunda kita ummul mu’minin, istri Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dia termasuk istri terakhir yang dinikahi Rasul sebelum Maimunah. Rasul menikahinya pada tahun 7 H, setelah muslimin memenangkan pertarungan melawan Yahudi di benteng-benteng Khaibar. Dia ada di antara tawanan. Dia anak salah satu pembesar Yahudi. Dia satu-satunya istri Nabi yang berasal dari keturunan Yahudi.

Shofiyyah binti Huyay radhiallahu anha.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin