elvin
Jum'at, 02 Oktober 2015 20:11
Ditulis oleh Elvin Sasmita

Tak Sekadar Mengakhiri Masa Lajang*

Anda masih lajang? Sudah mampu secara mental, fisik, dan finansial? Menikahlah. Karena menikah tidak sekadar mengakhiri masa lajang. Allah Subhanawata’ala mendorong hambanya untuk menikah dengan visi yang mulia.

Menikah = Regenerasi Ketakwaan

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan  (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.” (Q.S. An-Nisa: 1)

Allah Subhanawata’ala memerintahkan kepada seluruh manusia agar bertakwa, inilah frame besar seluruh aktivitas manusia di dalam menjalani kehidupan di dunia. Ini pulalah esensi dari Allah menciptakan manusia dari diri yang satu (Adam) kemudian Allah ciptakan istrinya (Hawa). Yang dengan hadirnya pasangannya itu kemudian proses berkembangbiaknya manusia pun dimulai. Ya.. kita semua berasal dari ayah dan ibu yang sama. Dalam ketakwaan dan dengan menggunakan nama Allah lah kita saling meminta satu sama lain. Inilah hakikat dari berkembang biaknya manusia di muka bumi ini. Melakukan regenerasi ketakwaan. Di mana hubungan kasih sayang itu dibangun dan dijaga. Karena ada Allah yang selalu menjaga dan mengawasi semua aktivitas kita.

Selengkapnya...

budi
Jum'at, 13 Maret 2015 12:19
Ditulis oleh Budi Ashari

Ummu Salamah, Janda dengan Tiga Masalah

Ketika Abu Salamah radhiallahu anhu sedang sakaratul maut, Ummu Salamah yang ada di sampingnya bertanya sedih: Kepada siapa kau serahkan diriku? Abu Salamah menjawab dengan doa: Ya Allah, sesungguhnya Engkau bagi Ummu Salamah lebih baik dari Abu Salamah. (HR. Abu Ya’la, dishahihkan oleh Al Albani dalam Silsilah Shahihah)

Setelah Abu Salamah meninggal, Rasulullah melamar Ummu Salamah.

Berikut penuturan langsung Ummu Salamah tentang kisahnya dilamar Rasulullah,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah dan berkata sebagaimana yang diperintahkan Allah (innalillahi wa inna ilaihi rajiun), ya Allah beri aku pahala dalam musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya, kecuali Allah akan memberinya ganti yang lebih baik.

Ummu salamah berkata: Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata: adakah muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah? Keluarga pertama yang hijrah menuju Rasulullah. Kemudian aku membaca doa tersebut dan Allah mengganti untukku Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ummu Salamah berkata: Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah untuk melamarkanku untuk beliau.

Selengkapnya...

budi
PDFCetakSurel
Senin, 03 Februari 2014 15:47
Ditulis oleh Budi Ashari

Penelitian Ilmiah tentang Pernikahan Belia dan Manfaatnya

(Diterjemah dan terinspirasi dari: kaheel7.com*)

 

Pernikahan belia adalah sesuatu yang diperintahkan Nabi yang mulia sebelum 14 abad yang lalu. Hari ini, para peneliti menemukan bahaya memperlambat pernikahan dan menjauhinya. Bahkan mereka mengulang-ulang kalimat Nabi yang agung tanpa mereka sadari.

Setiap para ilmuwan mengungkap sebuah ilmu yang baru, selalu dijumpai ternyata Nabi alaihish sholatu wassalam tidak pernah terlewatkan menyebutnya! Al Quran adalah kitab ajaib yang mencakup rahasia langit dan bumi. Dan sunnah –tanpa diragukan lagi- bahwa ia juga wahyu dari Allah tabaraka wata’ala. Untuk itulah, ia seperti Al Quran yang mencakup rahasia, keajaiban dan mu’jizat yang tak terhitung jumlahnya.

Selengkapnya...

budi
Kamis, 18 April 2013 10:19
Ditulis oleh Budi Ashari

Terimakasih Sahabat…

 

Dalam sejarah kebesaran Islam, Mesir pernah beruntung memiliki seorang ulama besar yang bernama Al Laits bin Saad. Mungkin kita tidak mengenalnya. Tetapi, sejarah Islam begitu akrab dan memujinya.

Kita coba kenal secara singkat di awal, siapa Al Laits. Beliau dilahirkan di Mesir pada tahun 94 H. Usia kecilnya adalah usia ilmu dan duduk di hadapan masyayikh. Bahkan ia berkeliling negeri untuk mendapatkan ilmu, selayaknya kebiasaan ahli ilmu. Hingga Al Laits menjadi seorang ahli ilmu yang besar dan terkenal tak hanya di Mesir. Sekelas Imam Ahmad pun memujinya: Al Laits banyak ilmunya dan shahih haditsnya.

Selengkapnya...

budi
Sabtu, 06 April 2013 09:25
Ditulis oleh Budi Ashari

 

Hanya Saat Cintamu Membentur Cinta Nya

Duhai Atikah sayang, aku tak bisa melupakanmu selama mentari masih bersinar

Dan selama merpati berkalung masih berkicau

Duhai Atikah sayang, pada setiap siang dan malam hatiku memendam rasa padamu

Aku tak pernah menyaksikan orang sepertiku menceraikan wanita seperti dirinya

Dan tak pernah ada wanita sepertinya yang diceraikan tanpa kesalahan

Dia wanita berkahlak mulia, cerdas, bernasab tinggi, berparas indah dalam malu dan jujur

Puisi cinta. Kalimat pujangga dimabuk asmara. Dan ini bukan sastra kosong tanpa pemeran. Ini ungkapan keresahan jiwa yang ditinggal wanita yang sangat dicintainya. Terik padang pasir berpindah ke dalam relung jiwanya. Meradang karena rindu. Sangat terpaksa ia harus berpisah. Perpisahan yang tak pernah dibayangkannya apalagi diinginkannya.

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin