Catatan Hati Ibu

poppy
Sabtu, 20 Agustus 2016 20:03
Ditulis oleh Poppy Yuditya

Mengapa Malu Dinafkahi Suami?

 

“Masa kita minta melulu sama suami? Malu lah…”
“Siapa sih yang gak pengen di rumah jagain anak aja? Tapi kan juga gak mungkin kita minta sama suami terus.”
“Wah saya ga biasa minta uang sama suami, mbak. Saya orangnya mandiri banget!”
“Kalau saya tidak kerja kantoran lagi, terus kalau mau beli apa-apa harus minta suami gitu? Wah gak banget!”
“Kaya’ ga punya harga diri gitu kita jadi istri kalau cuma bisa minta uang dari suami!”
“Wah bisa diinjak-injak suami kita kalau tidak berpenghasilan!”

…dan masih banyak lagi ungkapan serupa yang keluar dari seorang istri.

Selengkapnya...

poppy
Selasa, 17 Mei 2016 21:22
Ditulis oleh Poppy Yuditya

Ketika Menasehati Suami Bisa Mendapatkan Dosa

Prof. Dr. Sulaeman bin Hamad al Audah, dalam bukunya Al-Mar-atu  wad Da’watu fii ‘Ashari an Nubuwwah (2014) menuliskan:

Dalam masalah dakwah wanita terhadap suaminya terdapat pelajaran yang dapat diambil dan petunjuk Nabawi yang dapat diteladani. Maka di samping upaya dakwah seorang wanita terhadap suaminya yang mengajak kepada kebaikan, maka tidak seyogyanya dakwah ini diiringi dengan sesuatu yang dapat menimbulkan emosi suami, yang mengakibatkan marah dan mencelanya sehingga perkara yang ma’ruf berubah menjadi mungkar, atau bahkan mendapatkan dosa bukan pahala.

Marahnya suami merupakan sesuatu  yang besar,  sedangkan tujuan dakwah adalah mewujudkan kebaikan dan menegaskan perkara yang ma’ruf. Sedangkan pertikaian antara suami istri apalagi jikalau hal itu mengakibatkan cerai diantara keduanya adalah dari perbuatan syaithan dan sedangkan dakwah harus dilakukan dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Perkara itu yang mesti diwaspadai oleh seorang wanita bahkan tatkala suami memiliki beberapa kekurangan dalam masalah ibadah karena kelemahannya atau karena udzur yang dimilikinya,  maka janganlah ia menganjurkannya untuk melakukan suatu amalan dari bentuk taqorrub kepada Allah sedangkan ia tidak mengizinkannya, atau berkeluh kesah ketika sang suami melakukan penolakan untuk melakukan ketaatan tersebut. Karena bisa jadi ketaatannya kepada suami harus lebih dikedepankan oleh wanita tersebut.”

Selengkapnya...

poppy
Kamis, 14 April 2016 20:54
Ditulis oleh Poppy Yuditya

Bisikan Mesramu Mencerahkan Hariku

Cahaya fajar melenyapkan kegelapan malam. Suara azan Bilal menghilangkan kesunyian Madinah. Saat itu Rasulullah tengah terlelap. Mengistirahatkan raga di waktu menjelang fajar setelah menjalankan Qiyamullail cukup lama.

Kala Bilal mengumandangkan azan, Rasulullah bangun, dan hal pertama yang beliau lakukan adalah mengambil siwak dan bersiwak. Setelah itu membaca:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya jua kita semua dibangkitkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Setelah itu beliau bangun. Jika perlu mandi, beliau mandi. Jika perlu berwudhu maka beliau berwudhu.  Setelah itu beliau shalat sunnah dua rakaat  fajar.

Seusai sholat, jika istri beliau sudah bangun, beliau menuturkan kata-kata yang menyenangkan dan membahagiakan. Seperti apa kiranya seorang istri yang mencintai, yang memulai cahaya-cahaya hari dengan kata-kata cinta dari suaminya?

Selengkapnya...

poppy
Kamis, 14 Januari 2016 06:44
Ditulis oleh Poppy Yuditya

Wahai Putraku, Apa Kabar Ilmumu?

Wahai putraku, tuntutlah ilmu, dan aku siap membiayaimu dari pintalanku.
Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh kalimat, maka perhatikan:
Apakah engkau bertambah takut, sabar, dan sopan?
Jika engkau tidak demikian, maka ketahuilah bahwa semua kalimat tadi akan membahayakanmu dan tidak bermanfaat bagimu
.” (Riwayat Imam Ahmad).

Perhatikanlah nasihat seorang Ibu kepada putranya di atas. Resapi kata demi kata yang menyertainya.
Bahasa yang sangat sederhana, namun sarat makna.

Nasihat yang lahir dari kekhawatiran akan manfaat ilmu yang anaknya pelajari.
Nasihat yang lahir dari rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi,
Nasihat yang lahir dari nilai Islam yang melekat dalam diri,
Hingga tak ingin ananda tercintanya melakukan kesia-siaan dalam waktu hidupnya.

Selengkapnya...

poppy
Kamis, 18 Juni 2015 06:23
Ditulis oleh Poppy Yuditya

Anakku, Ayo Kita Berpuasa Ramadhan!

Anakku,
Tahukah kamu apa itu Ramadhan?
Ramadhan itu bulan mulia,
Bulan dimana ada malam yang lebih baik dari seribu bulan...

Anakku,
Tahukah kamu, apa ibadah spesial Ramadhan?  
Ya, kamu benar, Nak...
Shaum Ramadhan...
Sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, juga menjaga diri dari perbuatan yang buruk

Selengkapnya...

  • Buku IRC

Artikel populer

Kalimat Hikmah

Sejauh Mana Perhatianmu Terhadap Adab?

Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” Beliau menjawab “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan (mendengarnya) seolah-olah setiap organ itu memiliki alat pendengaran (telinga). Demikianlan perumpamaan hasrat dan kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.” Beliau ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” Beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.” K.H. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim

07 Nov 2015 admin - avatar admin